Betapa pun berharapnya aku padamu kini, sungguh itu hanyalah keinginan semu yang menggerutu. Hanya seberkas pedih yang merintih tak berarti. .
Betapa pun inginnya aku menjadi pendampingmu kelak, percayalah itu hanya gejolak rasa yang datang tanpa mengetuk pintu. .
Betapa pun namamu kuanggap paling baik hari ini, sungguh itu hanya rasa sakit yang mesti kuobati sesegera mungkin. .
Aku butuh belajar lebih banyak. Berguru lebih gebu. Agar langkah dan rasa ini tidak menuai dosa dan kesia-siaan yang abaikan aturan Sang Al-Rahman. Aku butuh berkali-kali tanamkan dalam diri, sungguh suatu saat hanya atas izin-Nya kita 'kan bersatu. .
0 Response to "Atas Izin-Nya Kita Akan Bersatu"
Posting Komentar