Bismillah.
Lelaki shalih engkau yang datang untuk melamar anak perempuanku.
Saya adalah seorang bapak dari perempuan yang engkau lamar, dan mungkin kau nikahi putrinya.
Izinkan saya berpesan kepadamu sembari kutitipkan putri kecil kesayangan itu kepadamu.
Kuikhlaskan dia untuk mengabdi padamu sebagai istrimu dan ibu bagi buah hatimu, buah hati kesayangan kalian.
Kupercayakan padamu sebagai Imam baginya, sebagai pemimpin dalam bahtera rumah tangga kalian.
Kau yang gagah dan pemberani untuk bertamu, mengetuk pintu rumahku.
Kau yang juga masih malu-malu ketika menyampaikan hajatmu kepadaku.
Kau yang juga bermuka merah sambil berkeringat saat melamar putriku.
Dan kau yang meyakinkanku agar menerima lamaranmu dan akan bertanggung jawab menjadi suami bagi putri kecil kesayanganku.
Saya ingin bertanya sembari memberi nasihat sebagai sesama lelaki.
Untuk engkau, Lelaki yang menjadi pilihan putri kesayanganku.
Apakah kau mau menerima kekurangan putriku?
Dia kalau memasak masih suka keasinan dan kadang kurang garam, paling jago hanya masak air atau bikin minuman saja.
Apakah kau mau membimbingnya?
Dia masih fakir ilmu agama, Al-Quran pun kadang juga jarang dibaca, atau hafalannya juga masih sedikit.
Apakah kau mau mendidiknya?
Dia yang sifatnya masih kekanak-kanakan, suka berlama-lama di depan cermin.
Dan apakah kau mau bersabar?
Dia yang masih banyak kekurangan untuk hidup bersamamu.
Kau lelaki pilihan putriku yang kuanggap anakku;
Kuatkan pundakmu sebagai tempat dia bersandar ketika dia bersedih.
Lapangkan dadamu ketika dia kesal karena keletihan mengurusi buah hati kalian, mengurus isi rumah.
Tegapkan badanmu ketika ada masalah menimpa kalian, tunjukkan sisi lelakimu bagi dia.
Dan jadilah engkau seorang Imam yang baik dan bijak ketika memutuskan suatu hal dalam keluarga kalian.
Saya tidak akan menitihkan air mata mengikhlaskan putri kesayanganku.
Jikalaupun air mataku menitih itu luapan kebahagiaanku yang tak bisa dibendung, melihat kebahagian kalian.
Cukup itu yang aku sampaikan, kita lanjutkan lagi jika kalian bertamu.
TTD.
Calon Bapak Mertuamu
0 Response to "Pesan Bapak Mertuamu"
Posting Komentar